Ukuran Bumi dan Proporsi Ideal Bagian Dalamnya

Hal yang sama pentingnya dengan jarak Bumi dari Matahari serta laju rotasi adalah ukuran dan komposisinya yang benar-benar tepat untuk membentuk dan menjaga kehidupan.

Ukuran Bumi

Ukuran Bumi dan Proporsi Ideal Bagian Dalamnya

Jika kita bandingkan Bumi dengan Merkurius (hanya 8% massa Bumi) dan Yupiter (318 kali massa Bumi), kita lihat bahwa planet-planet memiliki rentang yang lebar dalam ha] ukuran. Dengan mempertimbangkan ini, jelaslah bahwa Bumi tidak mungkin memiliki massa yang tepat secara kebetulan.

Untuk mengetahui sifat-sifat planet yang kita huni, dua orang ahli geologi Amerika, Frank Press dan Raymond Siever, menuliskannya sebagai berikut:

Dan ukuran Bumi benar-benar tepat: tidak terlalu kecil sehingga tidak kehilangan atmosfer karena gravitasinya terlalu kecil dan mencegah gas terlepas ke angkasa; juga tidak terlalu besar sehingga gravitasinya tidak akan terlalu banyak atmosfer, termasuk gas-gas yang merugikan.

Di samping massa Bumi, komposisi internalnya juga dirancang khusus untuk mendukung kehidupan. Karena inti dalamnya terdiri atas besi, Bumi memiliki medan magnetik yang penting bagi kelangsungan kehidupan. Press dan Sieve: menjelaskan:

“Bagian dalam bumi adalah sebuah mesin panas berbahan bakar radioaktif yang amat besar, namun memiliki keseimbangan halus. Jika saja ia berjalan lebih perlahan, aktivitas geologis akan terjadi lebih lambat. Besi mungkin tidak akan meleleh dan tenggelam ke dalam untuk membentuk inti cair dan medan magnetik tidak akan pernah terbentuk. jika (terdapat lebih banyak bahan bakar radioaktif dan sebuah mesin yang berjalan lebih cepat, gas dan debu vulkanis akan menutupi Matahari, atmosfer akan padat menyesakkan, dan permukaan akan dilanda oleh gempa dan ledakan vulkanik setiap hari.“

Medan magnetik yang dijelaskan oleh Press dan Siever penting bagi hidup kita. Ini karena inti Bumi tersusun atas logam-logam berat dan magnetik, seperti besi dan nikel. Inti bagian dalam padat dan inti bagian luar cair. Kedua lapisan ini berotasi dengan sesamanya dan gerakan mereka menciptakan medan magnetik yang memancar jauh
melewati atmosfer dan melindungi planet dari bahaya yang datang dari angkasa luar.

Radiasi kosmik yang mematikan yang terpancar dari bintang-bintang termasuk matahari kita, tidak dapat menembus perisai pelindung ini. Sabuk Van Allen, puluhan ribu kilometer di atas bumi memberikan lebih banyak perlindungan dari berbagai radiasi yang mematikan semacam itu.

Bumi terkadang terpapar oleh ledakan masif radiasi kosmik. Awan-awan plasma ini telah dihitung memiliki energi yang ekivalen dengan 100 miliar bom Hiroshima, namun hanya 0,1% bagian yang melewati medan magnetik dan diserap oleh atmosfer Bumi. Energi listrik yang dibutuhkan untuk menghasilkan medan magnetik ini adalah arus sebesar 1 miliar ampere yang mendekafi total energi listrik yang dihasilkan umat manusia sejak awal sejarah.

Jika bukan karena medan magnetik Bumi, kehidupan di Bumi akan musnah oleh radiasi yang mematikan atau tidak akan pernah terbentuk sama sekali. Namun, karena inti Bumi mempunyai sifat-sifat yang tepat, sebagaimana ditunjukkan oleh Press dan Siever, dunia yang kita huni dilindungi dengan cara ini.

Selain itu, sudut kemiringan sumbu Bumi yang besarnya 23″ 27″ mencegah suhu panas yang ekstrem yang mungkin
terjadi antara wilayah kutub dan khatulistiwa. Jika sudut kemiringan itu tidak sebesar angka tersebut, perbedaan
suhu antara wilayah kutub den khatulistiwa akan terus berlanjut sehingga atmosfer yang mendukung kehidupan tidak akan terbentuk.

 

Ukuran Bumi dan Proporsi Ideal Bagian Dalamnya

You May Also Like

About the Author: Lenterakecil-NET

Sekedar berbagi inspirasi, motivasi, serta pengetahuan dan informasi melalui internet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *