Perbandingan Ideal Gas di Atmosfer

Perbandingan Ideal di Atmosfer

Atmosfer Bumi adalah sebuah koktail dari gas-gas yang berbeda dalam perbandingan yang tepat (78% nitrogen, 21% oksigen, 1% karbon dioksida dan gas-gas lain, seperti argon) yang terbentuk oleh kombinasi kondisi-kondisi luar biasa dan dirancang untuk mendukung kehidupan.

Perbandingan Ideal di Atmosfer

Mari kita awali dengan oksigen, gas yang paling penting karena bentuk-bentuk kehidupan dari yang sederhana (bakteri) hingga yang kompleks (manusia) bergantung pada oksigen untuk banyak reaksi kimia yang menghasilkan energi mereka. Karena inilah, kita perlu bernapas dengan teratur. Menariknya, persentase oksigen di udara yang kita hirup dirancang dengan sangat hati-hati, sebagaimana diungkapkan Michael Denton:

“Jika mengandung lebih banyak oksigen, masih dapatkah atmosfer Anda mendukung kehidupan? Tidak! Oksigen adalah unsur yang sangat reaktif. Bahkan, persentase oksigen di atmosfer sekarang ini 21 persen; mendekati limit atas keamanan bagi kehidupan pada suhu lingkungan. Probabilitas terpicunya kebakaran hutan meningkat hingga 70 persen untuk setiap 1 persen peningkatan persentase oksigen di atmosfer. “

Ahli biokimia lnggris, James Lovelock, lebih jauh mendalami rasio yang kritis ini:

“Di atas 25%, sangat sedikit dari tumbuhan darat kita dapat bertahan dari kebakaran besar yang mengamuk menghancurkan hutan hujan tropis, juga padang tundra artik. Tingkat oksigen saat ini adalah titik tempat risiko dan keuntungan berimbang dengan baik.”

Persentase oksigen di atmosfer dijaga oleh sebuah siklus sempurna. Hewan-hewan terus-menerus menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Tumbuhan, di lain pihak, menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen yang menunjang kehidupan. Setiap hari, tumbuh-tumbuhan melepaskan miliaran ton oksigen ke atmosfer walaupun mereka menyerap ulang sebagian pada waktu malam sewaktu mereka tidak sedang berfotosintesis.

Jika kedua bentuk kehidupan ini, tumbuhan dan hewan, menggunakan proses yang sama, mereka akan mengubah Bumi menjadi sebuah planet tanpa kehidupan. Jika keduanya menghasilkan oksigen, misalnya, dalam waktu singkat, atmosfer akan bersifat sangat mudah terbakar dan percikan paling kecil pun akan menyebabkan kebakaran dengan skala besar. Kebanyakan tanah yang kering akan terbakar. Di lain pihak, jika kedua bentuk kehidupan menghasilkan karbon dioksida, oksigen di atmosfer akan segera habis dan semua makhluk hidup yang terus bernapas akan mati lemas.

Namun, Allah telah menyeimbangkan bentuk-bentuk kehidupan dengan begitu sempurna sehingga oksigen di udara tetap konstan pada perbandingan yang penting bagi kehidupan. Menurut Luvelock, rasio ini adalah “titik tempat risiko dan keuntungan berimbang dengan baik”.

Campuran gas-gas atmosferis seimbang dengan setiap gas tersebut pada jumlah yang ideal. Bahkan karbon dioksida yang tidak berguna bagi kita adalah zat yang sangat penting karena mencegah sebagian sinar matahari inframerah yang dipantulkan oleh Bumi terlepas kembali ke angkasa yang, dengan demikian, membantu
penyimpanan panas.

Proses-proses biologis dan tektonik di Bumi menjaga keseimbangan gas-gas atmosferis yang vital bagi kehidupan. Kedua proses itu telah melakukannya selama jutaan tahun. Hal itu merupakan satu lagi fakta lain yang membuktikan keberadaan Tuhan yang telah menciptakan keteraturan yang tanpa cela ini.

Karbon dioksida di atmosfer telah dikalkulasikan meningkatkan suhu permukaan rata-rata sebesar 35° C (95″ F). Ini berarti, jika tidak ada gas atmosferis, suhu rata-rata Bumi akan sebesar -21″ C (-5,8 “ F) bukannya 14“ C (57,2″ F). Semua lautan akan membeku. Kebanyakan bentuk-bentuk kehidupan yang lebih besar akan musnah.

 

Perbandingan Ideal di Atmosfer

You May Also Like

About the Author: Lenterakecil-NET

Sekedar berbagi inspirasi, motivasi, serta pengetahuan dan informasi melalui internet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *