Menjaga Kehidupan Manusia

Larangan membunuh sudah sangat jelas, lantas bagaimana kita menyelamatkan nyawa manusia? Menyelamatkan nyawa manusia bukan sekadar menjaga nyawa tersebut, tapi juga hendaknya disertai usaha untuk meningkatkan kualitasnya.

Menjaga Kehidupan Manusia

Menjaga Kehidupan Manusia

Ada satu ayat Al-Quran yang perlu kita renungkan secara mendalam, yaitu ayat yang mengatakan bahwa membunuh satu manusia, berarti telah membunuh seluruh umat manusia, dan menyelamatkan satu nyawa manusia, berarti telah menyelamatkan seluruh umat manusia (QS Al-Maidah [5]:32).

Ayat ini secara jelas menunjukkan bahwa manusia secara keseluruhan merupakan satu kesatuan yang utuh, sebab mereka semua sama-sama ciptaan Allah SWT. Oleh sebab itu, saling menyayangi dan menghormati sesama umat manusia merupakan suatu keharusan.

Manusia tidaklah hidup dalam ruang kosong yang tidak berkaitan satu dengan lainnya. Nyawa yang kita miliki membutuhkan lingkungan sosial yang baik untuk mendukung kualitas nyawa tersebut, sehingga mampu menunaikan kewajiban di balik penciptaannya, yaitu menyembah Allah ta’ala.

Dalam konteks ini, manusia membutuhkan berbagai sarana seperti kesehatan, pendidikan, dan perlindungan yang layak. Untuk mendukung hal ini, kita perlu mencontoh tradisi filantropis yang sudah cukup kuat berkembang di Barat.

Di sana, banyak lembaga sosial yang didanai oleh masyarakat secara independen untuk membantu mereka yang membutuhkan. Lembaga-lembaga sukarela tersebut secara langsung telah meningkatkan kualitas nyawa mereka-mereka yang terancam secara ekonomi ataupun politik.

Di samping lingkungan sosial yang baik, nyawa manusia juga memerlukan lingkungan hidup yang sehat agar mampu berkembang dengan baik. Membiarkan manusia hidup dalam lingkungan hidup yang buruk sama halnya dengan membunuh mereka secara perlahan.

Beberapa daerah aliran sungai di berbagai provinsi di negeri ini tidak lagi menjadi lokasi permukiman yang baik karena tingginya frekuensi banjir akibat penggundulan hutan.

Demi menyelamatkan nyawa mereka yang terancam oleh bencana pembangunan tersebut, maka usaha mereka-mereka yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup untuk menghentikan laju penebangan liar, bisa dipahami juga dalam konteks untuk menyelamatkan nyawa manusia.

Alam pada intinya diciptakan untuk kemaslahatan umat manusia, maka menyelamatkan alam berarti menyelamatkan umat manusia. Banjir dan longsor datang silih berganti.

Menyelamatkan nyawa manusia bukan sekadar dengan memberi para korban tenda, makanan, dan obat-obatan. Tapi yang tak kalah penting, menyelamatkan lingkungan hidup kita semua.

Penulis : Andri Rosadi MA

 

Menjaga Kehidupan Manusia

You May Also Like

About the Author: Lenterakecil-NET

Sekedar berbagi inspirasi, motivasi, serta pengetahuan dan informasi melalui internet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *