Membuat Anak Autis agar Bisa Bersosialisasi dengan Lingkungan

Autis adalah masalah pada perkembangan otak sehingga bisa mempengaruhi kemampuan si kecil saat berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Disamping itu, masalah ini juga bisa membuat perilaku anak terganggu. Sejumlah orang tua bertanya kenapa anaknya yang sudah berusia 2 tahun belum bicara.

Memahami Anak Autis

Anak Autis agar Bisa Bersosialisasi

Ada juga yang menunggu sampai usia 6 tahun agar anaknya mengucapkan kata pertamanya. Sementara itu berdasarkan hasil studi di tahun 2015 menyebutkan bahwa anak autis biasanya mengucapkan kata pertamanya di usia rata-rata 36 bulan.

Cara Memahami Anak Autis

Bila masih bingung mencari tahu bagaimana cara memahami mereka supaya lebih terdorong untuk bisa bersosialisasi, maka disinilah solusinya. Berikut ini adalah cara memahami si kecil yang menderita autis supaya bisa bersosialisasi dengan lingkungan, antara lain:

Cobalah untuk meningkatkan interaksi sosial mereka. Jangan pernah memperlakukan berbeda antara mereka dengan anak normal. Bawa mereka ke taman untuk meningkatkan interaksi sosialnya. Karena semakin mereka sering melihat orang berbicara, itu akan membuatnya ingin melakukannya juga.

Berikan mereka mainan kesukaannya supaya bisa membuatnya bermain setiap hari menggunakan mainan tersebut. Kemudian, jaga jarak mainan darinya di tempat yang sulit dijangkaunya. Saat mereka meminta mainannya, maka untuk pertama kalinya serahkan.

Namun seiring berjalannya waktu, buat Anda seakan-akan seperti tidak mengerti maksudnya. Sehingga dengan cara ini akan membuatnya berusaha untuk berbicara supaya bisa mendapat mainan yang diinginkannya.

Sebaiknya pakai bahasa sederhana yang mudah dimengerti. Hal tersebut akan membuat mereka lebih mudah memahami bahasanya dan meresponnya lewat kata-kata sederhana.

Cobalah untuk meniru gerakan anak dan apa saja yang dilakukannya sebagai komunikasi non-verbal. Misalnya saja dengan menganggukkan kepala sambil berkata ya, dll agar mereka bisa memahami dengan cepat dan berkomunikasi dengan baik.

Biarkan mereka mengenal nama benda dan nama setiap perasaannya. Misalnya bila mereka menuju ke kulkas, katakan padanya bahwa dirinya kesana karena haus atau lapar. Sehingga secara otomatis itu akan mengajarkan kepada mereka tentang nama-nama di sekitarnya dengan melampirkan nama yang berbeda sesuai emosinya.

Pakailah alat bantu teknologi demi memudahkan mereka dalam berkomunikasi supaya siap untuk berbicara. Sehingga mereka lebih mudah memahaminya dengan cara yang lebih menyenangkan. Misalnya dengan menggunakan aplikasi khusus untuk smartphone.

Ikuti grup pendidikan untuk orang tua dengan pengalaman sama. Sehingga Anda bisa menemukan cara terbaik untuk memahami si kecil dalam keadaan autis.

Mungkin Anda akan merasa frustasi saat mereka tidak melakukan kontak mata kepada siapa saja yang berbicara dengannya. Namun Anda harus tahu bahwa mereka melakukannya karena sebenarnya tatapan mata membuatnya merasa takut.

Maka dari itu cobalah tempelkan stiker lucu pada dahi Anda untuk membuatnya melihatnya. Sehingga mereka akan terbiasa melakukan kontak mata dan mau melihat wajah orang yang mengajaknya berbicara.

Cobalah ajarkan mereka belajar mandiri dengan memberikannya ruang pribadi. Jangan pernah memaksanya melakukan sesuatu, tapi Anda harus yakin dan bersabar dalam belajar memahaminya.

Hal paling penting adalah selalu mendukungnya saat melewati berbagai macam kesulitan dan buat mereka sadar bahwa Anda akan selalu menemaninya dan bersamanya. Jadi jangan buat Anda merasa di bawah tekanan, karena itu akan membuatnya merasa tertekan juga.

Itu tadi adalah beberapa cara memahami anak autis supaya lebih berani menghadapi dunia. Yang pasti Anda harus sabar bila ingin membantu mereka bersosialisasi dengan lingkungan supaya bisa melihat seperti apa kemajuannya.

 

Membuat Anak Autis agar Bisa Bersosialisasi dengan Lingkungan

You May Also Like

About the Author: Lenterakecil-NET

Sekedar berbagi inspirasi, motivasi, serta pengetahuan dan informasi melalui internet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *