Jenis Inflasi dan Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Jenis Inflasi dan Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Secara umum pengertian inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan jika terjadi penurunan harga barang secara umum dan terus menerus, disebut deflasi yang merupakan kebalikan dari inflasi.

Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

Penghitungan inflasi dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), link ke metadata SEKI-IHK. Peningkatan harga dari 1 atau dua barang saja tidak bisa disebutkan inflasi terkecuali jika peningkatan itu semakin makin tambah meluas (atau menyebabkan peningkatan harga) pada barang yang lain.

Inflasi muncul karena ada penekanan dari segi suplai (cost push inflation), dari segi keinginan (demand pull inflation), dan dari harapan inflasi. Beberapa faktor berlangsungnya biaya push inflation bisa disebabkan karena depresiasi nilai ganti, imbas inflasi luar negeri khususnya beberapa negara partner dagang, kenaikan harga-harga komoditi yang ditata pemerintahan (Administered Price), dan terjadi negative suplai shocks karena musibah alam dan terusiknya distribusi.

Factor pemicu permintaan pull inflation ialah tingginya keinginan barang dan jasa relatif pada ketersediaannya. Dalam kerangka makroekonomi, keadaan ini dilukiskan oleh output riel yang melewati output potensialnya atau keinginan keseluruhan (agregate demand) semakin besar daripada kemampuan ekonomi.

Dalam pada itu, factor harapan inflasi dikuasai oleh sikap warga dan aktor ekonomi dalam memakai harapan angka inflasi dalam keputusan aktivitas ekonominya. Harapan inflasi itu bisa memiliki sifat adaptive atau forward looking.

Ini tercermin dari sikap pembangunan harga pada tingkat produsen dan pedagang khususnya di saat mendekati beberapa hari besar keagamaan (lebaran, natal, dan tahun baru) dan penetapan gaji minimal propinsi (UMP).

Walau tersedianya barang pada umumnya diprediksi memenuhi dalam memberikan dukungan peningkatan keinginan, tetapi harga barang dan jasa pada saat hari raya keagamaan bertambah semakin tinggi dari keadaan supply-demand itu. Begitu hal di saat penetapan UMP, pedagang turut juga tingkatkan harga barang walau peningkatan gaji itu tidak begitu berarti dalam menggerakkan kenaikan keinginan.

Jenis-jenis Inflasi

Sekarang kita bahas tentang jenis-jenis inflasi dan faktor penyebabnya.

Jenis-jenis inflasi, antara lain:

1. Inflasi dilihat dari tingkat keparahan.

  • Inflasi ringan. Kenaikan harga barang masih di bawah angka 10% dalam setahun
  • Inflasi sedang. Kenaikan harga hingga 30% per tahun
  • Inflasi tinggi. Kenaikan harga barang atau jasa berkisar 30%-100%
  • HiperinflasiKenaikan harga barang melampaui angka 100% per tahun. Dalam situasi tersebut, kebijakan fiskal dan moneter dari otoritas seringkali tak memberi dampak signifikan.

2. Inflasi berdasarkan asalnya, dapat digolongkan menjadi 2, yaitu:

  • Inflasi yang berasal dari domestik (domestic inflation). Penyebabnya meningkatnya jumlah uang beredar di masyarakat, kenaikan harga barang atau jasa, permintaan masyarakat tinggi, suplai terganggu atau terbatas, biaya produksi naik, dan masih banyak lainnya.
  • Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation). Penyebabnya harga barang-barang impor atau yang berasal dari luar negeri semakin mahal karena kenaikan harga di negara asalnya.

Kenaikan harga barang terus menerus atau inflasi terjadi bukan tanpa sebab. Secara umum, ada beberapa faktor penyebab terjadinya inflasi, antara lain:

  1. Meningkatnya jumlah permintaan atau demand pada suatu jenis barang tertentu. Saat permintaan naik, namun stok atau suplai terbatas, pasti akan terjadi lonjakan harga.
  2. Biaya produksi sebuah barang atau jasa mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena terjadi peningkatan harga bahan baku maupun upah pekerja. Dari situlah, produsen akan mengambil tindakan mengerek harga jual barang atau jasa.
  3. Saat jumlah uang yang beredar di masyarakat cukup tinggi. Ketika jumlah uang yang ada di masyarakat meningkat hingga dua kali lipat, harga barang pun akan mengalami peningkatan yang setara. Hal ini disebabkan karena kenaikan daya beli masyarakat, tetapi stok barang tetap statis.

Masyarakat dapat berperan dalam menjaga inflasi. Salah satunya tidak berlebihan atau memborong sembako. Misalnya saat produksi bawang putih merosot, harga melonjak, kemudian masyarakat panik dan akhirnya membeli dalam jumlah banyak.

Padahal cara tersebut justru dapat mendongkrak kenaikan harga lebih tinggi karena permintaan besar. Jadi bijaklah dalam berbelanja karena pemerintah dan BI akan berupaya keras untuk menjaga inflasi sesuai target.

Banyak contoh di masa pandemi Covid-19. Ketika membutuhkan masker, harga masker melonjak hingga berkali lipat. Anjuran menggunakan hand sanitizer pun membuat harganya naik drastis hingga memunculkan banyak produk baru yang belum tentu sesuai anjuran.

Makanya, kita harus membantu menjaga harga dengan cara tidak memborong berlebihan. Selain supaya harga tidak naik, kita juga bisa membagi kepada orang lain yang juga butuh dan ingin membelinya.

Kondisi inflasi saat pandemi jangan sampai membuat kita menjadi tidak manusiawi. Jaga terus kesehatan tubuh dan pikiran kita dengan mengonsumsi vitamin.

 

Jenis Inflasi dan Faktor Penyebab Terjadinya Inflasi

You May Also Like

About the Author: Lenterakecil-NET

Sekedar berbagi inspirasi, motivasi, serta pengetahuan dan informasi melalui internet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *