Integrasi Sosial dan Faktor Pendukungnya

Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri. Manusia menjadi bagian dari masyarakat yang saling membantu memenuhi kebutuhan satu sama lain. Karena itu, kita mengenal istilah integrasi sosial. Integrasi sosial adalah pendekatan yang meyakini bahwa masyarakat merupakan satu keseluruhan yang tidak berdiri sendiri. Masyarakat juga dipandang terdiri dari beberapa bagian pendukung yang tidak dapat dipisahkan.

Integrasi Sosial

Integrasi Sosial

Soerjono Soekanto memaparkan bahwa integrasi sosial adalah suatu proses individu atau kelompok yang berusaha memenuhi kebutuhan untuk melawan musuh dengan ancaman dan kekerasan.

Michael Banton mendefinisikan integrasi sosial sebagai pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat. Sementara itu, Abu Ahmadi menyebutkan bahwa integrasi sosial adalah integrasi yang memiliki kerja sama dari seluruh anggota masyarakat, mulai dari tingkat individu, keluarga, lembaga, dan masyarakat, hingga menghasilkan kesepakatan yang dijunjung tinggi.

Gillin juga memiliki definisinya sendiri dan beranggapan bahwa integrasi sosial adalah proses sosial yang terjadi karena perbedaan fisik, emosional, budaya, dan perilaku.

Faktor Pendukung Integrasi Sosial

Terdapat beberapa faktor yang dapat mendorong terjadinya proses integrasi sosial, yaitu:

1. Homogenitas Kelompok

Tingkat kemajemukan memengaruhi kecepatan proses integrasi sosial di masyarakat. Semakin majemuk atau heterogen masyarakatnya, maka integrasi sosial akan sulit diwujudkan dan memakan waktu yang cukup lama. Begitu pula sebaliknya, semakin homogen masyarakat, maka integrasi sosial akan mudah untuk diwujudkan dalam waktu yang singkat.

2. Jumlah Anggota

Jumlah anggota di dalam masyarakat dapat memengaruhi kecepatan proses integrasi sosial. Semakin banyak jumlah anggota, maka tingkat kemajemukan anggota pun akan semakin tinggi dan semakin sulit pula untuk mewujudkan integrasi sosial.

3. Mobilitas Geografis

Perubahan atau perpindahan penduduk di suatu wilayah bisa diartikan sebagai mobilitas geografis. Anggota kelompok baru di suatu wilayah akan menyesuaikan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku di wilayah tersebut.

4. Efektivitas Komunikasi

Integrasi sosial dapat dipengaruhi oleh efektivitas komunikasi antara satu anggota dengan anggota lain di dalam masyarakat. Semakin efektif komunikasi antar anggota, maka integrasi sosial akan lebih mudah terwujud. Begitu pula sebaliknya, jika komunikasi antaranggota tidak efektif, maka integrasi sosial akan sulit terwujud dan membutuhkan waktu yang lebih lama.

5. Adanya Sikap Toleransi dan Saling Membutuhkan

Terakhir, kesadaran tiap anggota untuk menerima perbedaan yang terjadi di masyarakat serta kesadaran bahwa tiap anggota saling membutuhkan juga akan mempercepat terjadinya integrasi sosial.

Begitulah yang dimaksud dengan integrasi sosial. Sebagai makhluk sosial, ayo kita selalu berusaha agar tidak terjadi bentrokan yang disebabkan oleh kesalahpahaman. Tetap tenang dan jangan mudah terpancing emosi.

 

Integrasi Sosial dan Faktor Pendukungnya

You May Also Like

About the Author: Lenterakecil-NET

Sekedar berbagi inspirasi, motivasi, serta pengetahuan dan informasi melalui internet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *