Pergerakan Nasional Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij

Mungkin kamu pernah mendengar kalau Indonesia bisa bangkit dan melawan penjajahan karena diawali oleh berbagai organisasi di awal tahun 1900-an. Munculnya beberapa organisasi menjadi tanda dimulainya pergerakan nasional.

Organisasi Pergerakan Nasional

Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia

Ada 3 organisasi pergerakan nasional kebangsaan yang dikenal pada periode 1900-an sebelum Indonesia merdeka, yaitu:

1. Budi Utomo

Budi Utomo adalah organisasi modern pertama yang berdiri sejak tanggal 20 Mei 1908. Budi Utomo bergerak dalam bidang pendidikan supaya bisa mencapai tujuannya yaitu membantu memerdekakan Indonesia.

Namun, Budi Utomo sulit berkembang karena ruang lingkupnya terlalu sempit, hanya meliputi Jawa dan Madura. Pada akhirnya, Budi Utomo bergabung ke dalam Partai Indonesia Raya (Parindra) pada tahun 1935, sekaligus menandakan akhir dari era dan kiprah Budi Utomo.

Meskipun demikian, Budi Utomo menjadi pelopor dan sumber inspirasi bagi lahirnya organisasi-organisasi nasional lainnya. Karena itulah, hari lahir Budi Utomo tanggal 20 Mei dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Baca lebih lengkap Sejarah Singkat Lahirnya Organisasi Budi Utomo.

2. Sarekat Islam

Nama awalnya adalah Sarekat Dagang Islam (SDI) sebelum diubah menjadi Sarekat Islam. Pendirinya adalah H. Samanhudi. Sarekat Islam didirikan di Solo pada tahun 1911.

Perubahan nama Sarekat Dagang Islam menjadi Sarekat Islam semenjak SDI pindah ke Surabaya dan kepemimpinannya berpindah ke tangan H.O.S. Cokroaminoto. Tujuan kepindahannya yaitu untuk memperluas bidang kegiatan organisasi yang awalnya hanya bergerak pada bidang perdagangan.

Beberapa bidang kegiatan Sarekat Islam yaitu sosial ekonomi berupa bantuan modal usaha bagi anggotanya dan di bidang agama dengan memajukan dan mengembangkan ajaran agama Islam.

Perkembangannya yang pesat membuat Sarekat Islam menjadi ancaman bagi pemerintah colonial Belanda. Perkembangannya itu pula yang membuat Sarekat Islam berubah haluan menjadi partai politik setelah diakui sebagai organisasi resmi oleh pemerintah Belanda pada Maret 1916.

Sarekat Islam mengalami kemunduran pada 1921 karena ada perpecahan di dalamnya. Sarekat Islam terpecah menjadi SI Putih yang dipimpin H.O.S. Cokroaminoto dan SI Merah yang dipimpin oleh Semaun.

3. Indische Partij

Bicara tentang partai politik, Indische Partij adalah partai politik yang pertama kali didirikan di Hindia Belanda. Indische Partij berkecimpung di dalam ranah politik seperti mengkritik kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Hindia Belanda.

Indische Partij mengkritik melalui tulisan dan dipublikasikan di surat kabar. Namun, akibat kegiatannya yang terlalu keras menentang pemerintahan, pada Desember 1913 Indische Partij dilarang melakukan kegiatannya dan tokoh pendirinya yaitu Edward Douwes Dekker, Tjipto Mangunkoesoemo, dan Soewardi Soerjaningrat diasingkan ke Belanda.

Itulah tiga organisasi yang paling dikenal di zaman pra kemerdekaan. Sebenarnya masih ada beberapa organisasi lainnya. Namun ketiga organisasi di atas cukup dikenal.

 

Pergerakan Nasional Budi Utomo, Sarekat Islam, dan Indische Partij

You May Also Like

About the Author: Lenterakecil-NET

Sekedar berbagi inspirasi, motivasi, serta pengetahuan dan informasi melalui internet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *